Hari Minggu: Hari Liturgi

Ada berbagai nama yang dikenakan pada hari Minggu antara lain: Hari Tuhan, Hari Kebangkitan, Hari Istirahat, Hari Pertama, Hari Penciptaan, Hari Terang/Hari Matahari, Hari Kedelapan, Hari Gereja, dan Hari Ketiga. Hari Minggu sendiri berasal dari kata Portugis ”Domingo” yang artinya Tuhan. Jadi, Hari Minggu artinya hari Tuhan.
Sejak zaman para rasul, hari pertama dalam pekan (hari Minggu) disebut dengan Hari Tuhan (Kis 20:7; 1Kor 16:2; Why 1:10). Arti hari Minggu sebagai hari Tuhan diketemukan untuk pertama kali dalam Wahyu Yohanes 1:10 yang melukiskan penglihatan Yohanes di Pulau Patmos yang terjadi pada hari Minggu. Ungkapan ‘hari Tuhan’ mau menjelaskan bahwa hari Minggu ditahbiskan untuk Allah, hari yang dikhususkan untuk memuliakan Allah dan mengagumi karya Tuhan dalam mencipta dan karya Yesus Kristus dalam menebus bangsa manusia.
Dalam Yoh 20:1 dikatakan, “Pada hari pertama minggu itu...”, perikop ini mengisahkan tentang kebangkitan Yesus yang terjadi pada hari pertama dalam pekan. Oleh karena itu, hari pertama ini juga disebut sebagai hari kebangkitan. Hari Pertama juga menunjuk kepada hari penciptaan, ketika Allah menciptakan terang. Hal ini juga berarti bahwa Allah membarui ciptaan itu pada hari pertama ketika Yesus dibangkitkan dari antara orang mati.
Hari Ketiga, sebutan ini cukup banyak ditemukan dalam Perjanjian Baru. Istilah ini menunjuk pada hari kebangkitan Tuhan, sesudah Ia dikuburkan. Dalam Luk 18:33 dikatakan, “... mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit.” Pada Luk 24:21 dikatakan “... tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,...” ini adalah penggalan perbincangan Yesus dengan dua murid di jalan ke Emaus. Mereka menceritakan kepada Yesus bahwa beberapa murid menyaksikan kubur kosong sebagaimana dikabarkan oleh para perempuan. Hari ketiga juga mengandung arti “hari keselamatan”, ada banyak teks Kitab Suci Perjanjian Lama yang memperlihatkannya, misalnya: pembebasan saudara-saudara Yusuf (bdk. Kej 42:18), penampakan Tuhan di Sinai (Kel 19:11), orang Yahudi dibebaskan oleh raja berkat permohonan Ratu Ester (bdk. Est 5:1-8), dan terutama nubuat Nabi Hosea yang mengatakan bahwa: “Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga, Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya” (Hos 6:2).
Hari Gereja, ungkapan ini berkaitan dengan hari turunnya Roh Kudus yakni Pentakosta. Pentakosta merupakan hari kelahiran Gereja. Roh Kudus berhembus dan membarui dunia, berkarya dalam diri orang-orang yang mendengarkan pewartaan para rasul, hingga mereka percaya akan Dia yang bangkit dari antara orang mati. Pada hari itu ada kira-kira 3000 orang dibaptis menjadi orang Kristen (bdk. Kis 2:41).
Hari Matahari, perayaan ini berasal dari Timur, yakni dari ibadat kepada dewa Matahari yang tak terkalahkan (Dies natalis solis invicti) pada tanggal 25 Desember. Pesta ini dimasukkan di Roma sekitar abad III oleh Kaisar Aurelius. Ibadat kepada dewa Matahari merupakan penghormatan yang terakhir dari agama-agama kafir yang terbesar. Oleh karena ibadat ini merupakan suatu tantangan besar bagi agama kristen, maka Gereja mengadopsi pesta 25 Desember tersebut dengan bobot yang baru, yakni pesta kelahiran Matahari keadilan, yaitu Yesus Kristus. Nama ‘hari matahari’ masih dipakai dalam bahasa-bahasa modern, khususnya bahasa Barat. Misalnya: Sunday (Inggris), Sontag (Jerman), Zondag (Belanda). Nama ‘hari matahari’ masih dalam bahasa-bahasa modern dipakai pertama oleh S. Yustinus martir.
Pemahaman hari Minggu sebagai hari Paska bertolak dari hari Tuhan dalam Why 1:10. Kata Tuhan merupakan terjemahan dari kata Yunani Kyrios, dikenakan kepada diri Kristus. Jadi hari Minggu adalah hari Kristus, karena kaitannya dengan wafat, kebangkitan dan penampakan kepada para murid-Nya. Dengan demikian, secara sakramental hari Minggu merupakan sarana perjumpaan mingguan umat beriman dengan Kristus yang bangkit. Sebab, dimana ada dua atau lebih orang berkumpul dalam nama-Nya, Kristus hadir di tengah-tengahnya. Perjumpaan itu terjadi berkat Roh Kudus, yang mengantar umat beriman masuk ke dalam pengenalan dan kepercayaan akan Kristus (Yoh 2:22;16:12). Oleh sebab itu, iman akan Kristus yang bangkit dan pengakuan akan Yesus Kristus adalah Tuhan, merupakan buah karya Roh Kudus (1Kor 12:3).
Dalam perjumpaan dengan Kristus yang bangkit, umat beriman sekaligus menghayati kebersamaannya sebagai Gereja. Dengan demikian, umat beriman akeberadaannya sebagai Gereja yakni persekutuan yang dipersatukan oleh ikatan cinta kasih Allah Tritunggal lewat perayaan Ekaristi.
Perjumpaan dengan Kristus yang bangkit pada hari Minggu menyadarkan umat beriman akan dirinya sebagai anak-anak Allah (Kis 7:28) yang telah dilahirkan kembali di dalam roh berkat sakramen pembaptisan (Ef 1:13). Karena kita berasal dari Allah dan telah lahir dari Allah (Yoh 1:12), maka kita pun dipanggil untuk mengembangkan panggilan hidup sebagai anak-anak Allah dengan menciptakan komunitas yang penuh kasih, adil dan damai. Atas dasar pemikiran inilah hari Minggu dikenal sebagai hari pembaptisan dan penciptaan baru.

 

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini64
mod_vvisit_counterKemarin608
mod_vvisit_counterMinggu Ini3895
mod_vvisit_counterMinggu lalu4629
mod_vvisit_counterBulan ini11158
mod_vvisit_counterBulan lalu17615
mod_vvisit_counterTotal455498